11 March 2007

hanya sepenggal kisah

ketika ngerenovasi warnet milik bos, saya teringat tentang sepenggal kisah hidup saya. sebenarnya ini pernah saya posting di sini tapi ga ada salahnya kan kalo saya post di blog saya sendiri. kita mulai aja ya...

dulu, waktu saya masih tinggal di rumah om suyud, suami dari adiknya ibu saya, saya pernah di suruh untuk membantu merenovasi rumahnya. saat itu om suyud mempekerjakan salah seorang saudara dari kakek saya. saya memanggilnya Aki Subki. beliau berasal dari desa di dekat limbangan, garut. beliau memang sering ditugaskan (agar lebih halus daripada kata "dipekerjakan") untuk urusan pembangunan rumah seluruh keluarga besar orang tua dari ibu saya. saat itu beliau bekerja bersama salah seorang tetangga dari rumahnya. meskipun umurnya sudah berkepala lima, tetapi saya yakin kekuatannya melebihi teman-teman saya, yang kala itu masih berumur 17 tahun.

pada suatu hari, selepas sholat Dzuhur, kami (saya dan Aki Subki) duduk-duduk di pinggir kolam ikan lele yang ada di rumah Om Suyud. sambil menikmati pisang goreng buatan Mbak Ugi (yang bekerja di rumah Om Suyud), Aki Subki mengajak saya ngobrol. beliau bercerita tentang orang-orang sebaya saya. beliau sedih dengan perilaku teman-teman saya (meskipun saya sendiri tidak kenal mereka). beliau sering melihat teman-teman saya itu dengan tenangnya duduk santai di depan warung. mereka bergerombol sambil merokok. padahal, setahu Aki Subki, saat itu sedang jam sekolah. beliau bingung. siapa yang salah? kemana guru-guru mereka yang seharusnya mengajar? apakah memang sudah waktunya pulang sekolah? kalau benar sudah habis waktu sekolahnya, mengapa secepat itu? padahal setahu beliau, sekolah di tempat itu umumnya selesai jam setengah dua sore. sedangkan saat itu beliau sering melihat mereka berkumpul sejak jam sembilan pagi.

padahal, ketika zaman beliau muda dahulu, untuk sekolah saja sudah susah. bukan saja karena masalah biaya, namun juga karena pada saat itu ada larangan bersekolah bagi orang-orang biasa. jangankan untuk memikirkan pendidikan, untuk dapat bertahan hidup pun sangat sulit. akhirnya Aki Subki pun tak pernah merasakan betapa nikmatnya bersekolah. beliau hanya merasakan nikmatnya belajar mengaji Islam di surau dekat rumahnya. itu pun dengan segala keterbatasan. penerangan dengan lampu minyak dan belajar dengan mengandalakan hapalan. sebab harga kertas sangat mahal.

namun, hal yang paling membuat Aki Subki sedih adalah, ketika sedang bersantai di masjid di dekat tempat itu. beliau tidak menemukan satu pun dari mereka yang datang ke masjid. padahal sholat berjama'ah telah selesai. namun, bukan itu saja, bahkan dari sekian banyak pengajar, hanya beberapa orang guru saja yang datang ke masjid, itu pun mereka masbuk. lalu setelah selesai sholat, mereka langsung pergi lagi.

setelah bercerita panjang lebar, beliau berpesan kepada saya "Jal, Aki ini cuman orang bodoh, Aki cuman tau, orang Islam itu harus sholat. tapi bukan hanya sekadar sholat aja. ada aturan-aturan dalam sholat yang harus kita ketahui. satu hal yang Aki sangat ingat tentang sholat. begitu kita mendengar suara adzan dikumandangakan, sebagai tanda telah masuk waktu sholat, kita harus sudah ada di masjid. dan kita sebaiknya berlama-lama berada di masjid. entah itu mau baca Al-Qur'an, atau pun ngobrol atau kata kamu mah silaturahim sama orang yang ada di masjid, meskipun kita tidak mengenal dia. kita ga akan tau sampai kapan kita bisa merasakan hidup. jadi ketika sudah tau akan masuk waktu sholat, segera berhenti dari hal yang sedang kita lakukan, kecuali kalo ada hal-hal yang membolehkan kita untuk tetap melakukannya. Aki mah yakin kamu pasti udah tau." saya pun tersipu malu mendengar ucapan beliau, malu bukan karena dipuji. justru saya malu karena saya tidak melakukan apa yang telah saya tahu. karena memang benar apa kata Aki Subki, saya sudah tahu sejak lama, tentang apa yang telah dibicarakan Aki Subki.

ah, Aki. saya sungguh ingin bersama Aki lagi. kini saya di Bandung, tapi selama tiga tahun ini saya belum sekalipun ke tempat Aki. saya ingin bersilaturahim dengan Aki. mendengarkan nasehat dari Aki. salam kangen dari ku ki.


demikian sepenggal kisah saya. semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Reactions:

3 comments:

Assalammualaikum wr.wb.

terima kasih atas posting nya. keren banget dan Insya'Allah kita jadi lebih sadar untuk lebih mengutamakan ibadah sholat kita daripada pekerjaan dunia.

alhamdulillah, tulisan ini pun sebagai auto kritik buat saya :)

semoga tulisan2 saya bermanfat untuk orang lain

Post a Comment