02 December 2007

surat dari seorang ibu

Assalaamu'alaikumwarohmatullohiwabarokaatuh

Nak, Ibu bukan orang yang pintar, yang tidak tamat Sekolah Rakyat (mungkin saat ini disebut Sekolah Dasar). Ibu tidak mau kamu seperti ibu. Kamu harus bisa menjadi orang pintar, agar tidak dibodohi orang-orang pintar, karena ibu telah sering dibodohi. Kamu harus bisa lulus kuliah, karena kata Pak Lurah, orang yang sudah lulus bangku kuliah berbeda dengan orang yang sudah lulus bangku sekolah. Kata Pak Lurah juga, orang kuliahan itu dilatih untuk bisa berpikir cara memecahkan masalah yang ada, bukan malah menambah masalah.

Nak, di tempat kuliah kamu harus hati-hati dalam mencari teman dan bergaul. Kamu tahu anak Pak Tuan, teman kamu mengaji dan bermain, kini setelah beberapa bulan kuliah, dia sering meminta uang tambahan untuk beli buku, atau untuk biaya aktivitas dia di organisasi kemahasiswaan. Ibu dengar itu dari Bapak, katanya Pak Tuan sendiri yang bilang pas sedang mengobrol di warung kopi minggu kemarin. Tapi kemarin, dua orang polisi datang ke rumah Pak Tuan, kata tetangga sebelah rumah Pak Tuan, ternyata anaknya terlibat dalam pemerkosaan seorang anak SMA. Pemerkosaan itu terjadi ketika anaknya Pak Tuan dan teman-temannya baru pulang dari tempat dugem. Nak, kamu tahu apa itu tempat dugem? Memang tempat seperti apa dugem itu? Kenapa bisa membuat orang seperti anaknya Pak Tuan melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama? Tapi ibu yakin kamu tidak akan pernah ke tempat dugem.

Nak, Ibu bangga sama kamu. Kamu ingat, kamu pernah bilang agar Bapak tidak perlu lagi mengirim uang bulanan atau biaya kuliah, karena sudah bisa bayar sendiri. Bapak langsung marah saat mendengar permintaan kamu itu, walaupun saat tengah malamnya ibu sempat mendengar betapa bangganya bapak kepadamu. Dan seperti yang Bapak katakan, kami akan tetap mengirimkan uang bulanan mu. Biarkanlah kami untuk tetap mengirimi kamu sesuatu agar kami bisa merasakan kamu tetap di dekat kami. Gunakanlah uang kiriman kami sebagai modal usaha kamu, atau mungkin untuk biaya nikah kamu, kamu ingin nikah muda, kan? Seperti anaknya Si Mbah. Sekarang Kamu sudah punya calon belum? Jangan minder dengan wajah kamu ya. Ingat kata Pak Ustadz, seburuk apapun penampilan seseorang, semiskin apa pun ekonomi seseorang, dan serendah apa pun tingkat pendidikan seseorang, ketika dia dijodohkan dengan seseorang yang rupawan, kaya, dan cerdas oleh 4JJ1 Subhanahuwata'ala, maka tidak ada yang bisa menghalanginya. Kamu masih ingat kan kata pak Ustadz, bahwa Rosululloh Sholallohu'alaihiwasalam menyuruh orang yang ingin menikah untuk menjadikan agama sebagai kriteria utama, baru kemudian harta, keluarga, dan ilmunya. Dan inget ya, kamu tetap laki-laki tertampan di dunia, tentunya setelah Bapak.

Nak, kamu masih terus ngaji kan? Hati-hati juga ya dalam memilih tempat ngaji. Kamu juga harus jaga prilaku kamu, jangan pernah puas dengan ilmu kamu yang sekarang. Jangan sampai kamu memanfaatkan kepintaran kamu dengan cara membodohi orang-orang yang tidak sepintar kamu. Meskipun Ibu ini orang bodoh, Ibu sempat miris mendengar ada orang-orang yang telah lulus kuliah dibodohi dengan ajaran agama. Meskipun ibu ini bukan orang pintar, tapi ibu yakin, kalau ada yang mengaku sebagai nabi pengganti Rosululloh Sholallohu'alaihiwasalam adalah orang yang bodoh. Orang yang mengubah cara-cara dalam sholat adalah orang bodoh, dan orang yang lebih bodoh lagi adalah yang membenarkan dan mengikuti orang tersebut. Kata Pak Ustadz, orang bodoh itu adalah orang yang tidak menggunakan akal dan hatinya dalam berpikir. Kamu jangan pernah percaya kepada mereka, apalagi percaya kepada diri sendiri, karena kata Pak Ustadz, itu namanya Syirik, kita hanya boleh percaya kepada 4JJ1 Subhanahuwata'ala.

Sudah dulu ya, nak. Sekarang sudah Shubuh. Jangan lupa Sholat lima waktu. Meskipun ibu tidak ada di dekat kamu untuk memelukmu, do'a Ibu dan Bapak akan selalu memeluk mu sepanjang waktu

Wassalaamu'alaikumwarohmatullohiwabarokaatuh

Reactions:

0 comments:

Post a Comment