04 November 2007

belajar (kembali) tentang berdiskusi

Internet telah menjadi seperti sebuah dunia baru bagi sebagian orang. ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan di sana. salah satunya adalah berdiskusi. ada banyak situs forum diskusi yang tersebar di berbagai domain dan hosting. Beragam tema yang ditawarkan oleh mereka. Namun terkadang diskusi yang terjadi tidaklah sehat, hal ini mungkin disebabkan oleh banyaknya perbedaan yang dimiliki oleh peserta diskusi, baik perbedaan umur, perbedaan kedewasaan, perbedaan budaya dan lain-lain, meskipun sebenarnya perbedaan-perbedaan tersebut tidak terlalu membawa masalah jika peserta diskusi memahami apa yang dimaksud dengan diskusi.

Nah, agar kita dapat berdiskusi dengan sehat, ada baiknya kita belajar berdiskusi. Namun, sebelum kita belajar diskusi, ada baiknya kita sedikit belajar (kembali) tentang diskusi. Diskusi merupakan salah satu bentuk komunikasi antar manusia. Diskusi berhubungan dengan debat dan dialog, namun ada perbedaan antara ketiganya. Umumnya kekeliruan yang terjadi adalah menyamakan debat dengan diskusi.

Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Dalam debat hampir selalu ada yang menang dan kalah.

Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar.

Diskusi adalah sebuah proses tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas, lebih teliti tentang sesuatu atau untuk mempersiapkan dan merampungkan kesimpulan/pernyataan/keputusan. Di dalam diskusi selalu muncul perdebatan. Debat ialah adu argumentasi, adu paham dan kemampuan persuasi untuk memenangkan pemikiran/paham seseorang.

Pola-Pola Diskusi
Prasaran
  1. Penyajian bahan pokok oleh satu atau beberapa orang pembicara dengan prasaran tertulis (makalah, kertas kerja).
  2. Tanggapan terhadap bahan pokok oleh pembicara lain (penyanggah / pembahas).
  3. Tanggapan peserta diskusi (forum) terhadap bahan pokok.
Ceramah
  1. Seorang / lebih penceramah menguraikan bahan pokok.
  2. Tanggapan, sanggahan atau pertanyaan dari forum untuk meminta penjelasan yang lebih teliti.
Diskusi Panel
  1. Bahan pokok disajikan oleh beberapa panelis. Panelis meninjau masalah dari segi tertentu.
  2. Tanggapan, sanggahan atau pertanyaan forum untuk meminta penjelasan dari panelis.
Brainstorming
  1. Bahan pokok yang dipersiapkan ditawarkan kepada peserta diskusi oleh pimpinan.
  2. Tiap peserta diminta pendapat dan gagasannya. Sebanyak mungkin orang diajak bicara dan setiap ide dicatat.
  3. Berbagai ide disimpulkan dan ditarik benang merahnya. Kesimpulan ini kemudian dijadikan kerangkan pembicaraan dan pembahasan lebih lanjut.

Persyaratan Diskusi

Berkomunikasi dalam kelompok dengan catatan :
  1. Tata tertib tidak ketat.
  2. Setiap orang diberi kesempatan berbicara.
  3. Kesediaan untuk berkompromi.


Bagi peserta diskusi :
  1. Pengertian yang menyeluruh tentang pokok pembicaraan.
  2. Sanggup berpikir bebas dan lugas.
  3. Pandai mendengar, menjabarkan dan menganalisa.
  4. Mau menerima pendapat orang lain yang benar.
  5. Pandai bertanya dan menolak secara halus pendapat lain.

Bagi pemimpin diskusi :
  1. Sikap hati-hati,cerdas,tanggap.
  2. Pandai menyimpulkan.
  3. Sikap tidak memihak.

Ada beberapa persiapan agar diskusi dapat berjalan dengan baik dan sehat. Persiapan dapat dibagi ke dalam 2 hal, yaitu Persiapan tempat dan persiapan diri

Persiapan tempat meliputi : ketenangan, kebersihan, kenyamanan, ketersediaan prasarana

Persiapan diri meliputi : persiapan materi, pemahaman tentang diskusi, informasi-informasi pendukung, kemampuan berlogika, dan kemampuan berkomunikasi.

Ada beberapa kesalahan-kesalahan yang umumnya dilakukan oleh peserta diskusi :
  1. umumnya mendasarkan pendapat pada pendapat umum saja
  2. menutup diri pada informasi baru yang berbeda dengan yang sudah diketahui
  3. taklid pada informasi yang didapat dari orang yang dihormati
  4. salah dalam berlogika sehingga salah dalam mengambil kesimpulan
  5. menyampaikan informasi yang benar secara setengah-setengah

Selain kesalahan-kesalahan di atas masih ada kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan lain. Agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan dalam berdiskusi maka kita perlu melakukan :
  1. Klarifikasi terhadap informasi-informasi yang didapat. Untuk melakukan validasi terhadap informasi yang didapat kita bisa merujuk kepada buku-buku dari para ahli yang berkaitan dengan informasi yang kita dapat atau merujuk pada sumber informasi yang diakui, misalnya kamus ilmiah.
  2. Membuka diri pada beragam paradigma/ sudut pandang terhadap suatu masalah.
  3. Hati-hati terhadap informasi yang didapat, karena bisa jadi itu adalah hoax. hoax adalah berita bohong tentang sesuatu hal. terkadang hoax hampir mirip dengan kebenaran, bahkan ada pula bagiannya yang memang sebuah kebenaran.
  4. Tidak menjadikan pendapat umum sebagai sebuah kebenaran.
  5. Mencari padanan kata terhadap istilah yang didiskusikan. Pencarian padanan kata bisa juga dari bahasa lain yang dianggap sebagai bahasa asal dari istilah yang didiskusikan.
  6. Tidak menjadikan informasi yang meragukan sebagai dasar opini.
  7. Menyampaikan sumber informasi yang jelas dari setiap informasi yang kita sampaikan.
  8. Menyampaikan bukti-bukti konkrit dari opini yang kita sampaikan.
  9. Tidak melakukan generalisasi terhadap hal-hal yang tidak bisa digeneralisasi.
====================
Tulisan di atas merupakan pengantar dalam materi Simulasi Diskusi yang merupakan bagian dari kegiatan rekrutmen cakru UKPM birama Unikom materi tersebut disampaikan pada 3 November 2007

Reactions:

0 comments:

Post a Comment