10 December 2006

antara feminisme, cinta dan poligami

mungkin tulisan ini terkesan basi. mungkin pula tulisan ini dianggap hanya ikut-ikutan trend yang sedang berkembang. mungkin masih banyak anggapan-anggapan orang tentang tulisan ini, sama halnya tanggapan orang terhadap poligami yang dilakukan oleh AA Gym. ada yang mencaci, menghina, bersumpah serapah, namun ada pula yang mendukungnya.

orang-orang yang menentang poligami umumnya adalah kaum feminis, yang merasa bahwa poligami berarti merendahkan derajat wanita. selain itu orang-orang yang sakit hati ataupun merasa sakit hati dengan pelaku poligami yang tidak bertanggung jawab tampaknya telah menggeneralisasi keadaan. mereka membenci semua orang yang berpoligami (semoga ini bukan generalisasian balasan). kelompok lain yang menentang poligami adalah laki-laki yang merasa bahwa poligami adalah sebuah kesalahan, karena merasa poligami sangat merugikan wanita.

mungkin contoh kasus AA Gym dapat menjadi contoh bagi para anti poligami. Penjelasan yang diberikan oleh AA Gym dapat dibaca di sini dan di sini dari penjelasna AA Gym, mungkin kita dapat melihat beberapa hikmah dari poligami, yaitu menguji kecintaan kita kepada 4JJ1, menguji keikhlasan, dan yang menurut saya layak untuk jadi catatan adalah menguji kemampuan kita dalam berbagi sesuatu yang kita cintai.

ya, berbagi sesuatu yang dicintai, karena mencintai sesuatu bukan berarti kita harus memiliki sesuatu itu, sebab jika kita masih merasa harus memiliki sesuatu yang kita cintai berarti kita masih menjadi orang yang egois. orang egois adalah orang yang hanya mencintai dirinya sendiri. mencintai sesuatu dapat dibuktikan dengan membiarkan orang lain merasakan manfaat dari yang kita cintai, selain itu membiarkan yang kita cintai dapat mencintai yang dia cintai. (pusingkah? jika pusing berarti anda masih berpikir).

poligami merupakan sesuatu yang dibolehkan, namun bukan sesuatu yang diharuskan. artinya, seseorang boleh saja berpoligami dengan catatana dia dapat memenuhi syarat yang ditentukan, namun bukan berarti dia harus berpoligami. memang secara logika pembolehan poligami terkesan tidak adil, sebab tidak ada pembolehan poliandri (wanita bersuami banyak), namun aturan 4JJ1 tidak harus selalu di sesuaikan dengan logika, sebab logika manusia itu terbatas.

kaum feminis atau pun aktivis perempuan, tampaknya lebih mementingkan perasaan (atau lebih tepat egonya), dari pada logika dan kecerdasannya. lihat saja sikap mereka terhadpa kesetaraan gender. sebenarnya apa yang ingin diangkat dalam isu ini? apakah keinginan untuk mengangkat martabat wanita? atau kah hanya ingin menunjukkan bahwa wanita itu bisa sama seperti laki-laki? jika pilihan kedua adalah jawabannya, maka itu adalah mustahil. sebab ada hal-hal yang tidak dapat disetarakan antara wanita-pria.

Reactions:

4 comments:

Gua sih masih aja heran kenapa cewek pengen banget disejajarkan dengan cowok...

Ana boleh nebeng kan akh, walaupun agak basi sih. Sebelumnya ana mo tanya anta yg mana pro/kontra ama poligami. Memang dalam A-qur'an Q.S 4:3 dipaparkan tapi lebih baik lagi kalau anta membuka sistematik ayat dari segi tata bahasa. Di akhir ayat disebutkan jika kamu tidak berbuat adil maka nikahilah seorang saja. Ini merupakan konklusi dari ayat tersebut. Dan ayat ini masih diperjelas di Q.S 4:129. Kalau ingin lebih jelas lagi coba pelajari Nahwu Saraf.

saya adalah orang yang pro poligami, sebab kalo saya kontra berarti menyatakan rosululloh telah salah.

poligami itu boleh (bukannya harus), selama kita bisa berbuat adil. tapi kalo kita ga yakin bisa berbuat adil, maka jangan poligami.

kalo ada muslim yang mengharamkan poligami berarti dia mengingkari ayat 4JJ1, sebab poligami telah dihalalkan 4JJ1. tentunya penghalalan ini ada syaratnya, yaitu bisa berbuat adil.

Saya adalah orang yang kontra poligami KECUALI kondisi tertentu dipenuhi seperti kelebihan populasi wanita, tetapi sebagai konsekwensi, jika kondisi yang terjadi sebaliknya (seperti kelebihan populasi laki laki), poligini diperbolehkan, tentunya setelah saya keluar dari area tersebut haha.

Saya tidak akan menduakan, dan saya tidak mau diduakan. ==> Perlakukanlah orang lain, sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Post a Comment